Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

Login with username, password and session length

 
Advanced search

69 Posts in 22 Topics- by 752 Members - Latest Member: korvixoak1

September 06, 2010, 12:01:30 PM
Pages: [1]
Print
Author Topic: tafsir Al-Fatihah  (Read 1012 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
nyubiz
Newbie
*
Posts: 2


View Profile Email
« on: May 23, 2008, 05:44:57 AM »

assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh...


Bismillah alhamdulillah wa al-shalatu wassalamu 'ala rasulillah al-fatih lima ughliq wa al-khatim lima sabaq nashiril haq bi al-haq wa alhadi ila shiratiq al-mustaqim wa 'ala alihi washohbihi haqa qadrihi wa miqdarihi al'adzim


taqdim

Selain fatihah, surat ini juga sering disebut umm al-qur'an atau umm al-kitab atau juga al-sab' al-matsanii. sebagaimana sabda rasulullah SAW :

  عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " الحمد لله أم القرآن وأم الكتاب والسبع المثاني والقرآن العظيم

Dari abi hurariah berkata : berkata rasulullah SAW : al-hamd lillah adalah ( bisa juga disebut ) umm al-qur'an atau umm al-kitab atau juga al-sab' almatsani serta al-qur'an al
'adzim.


Imam bukhari berkata, surat ini dinamakan umm al-kitab karena surat inilah yang pertama kali ditulis dalam mushaf.

Ulama berbeda beda mengenai penyebutan terhadap surat ini. dalam tafsir ibn katsir disebutkan :

وسماها سفيان بن عيينة: الواقية. وسماها يحيى بن أبي كثير: الكافية؛ لأنها تكفي عما عداها ولا يكفي ما سواها عنها، كما جاء في بعض الأحاديث المرسلة: " أم القرآن عوض من غيرها، وليس غيرها عوضا عنها "

Sufyan bin 'uyainah menyebutnya al-waqiyah. yahya bin abi katsir menyebutnya al-kafiyah, karena surat alfatihah sudah mencukupi bagi surat yang lain,sedangkan surat yang lain tidak mencukupi tanpa adanya fatihah. sebagaimana disebutkan dalam hadis mursal: Umm al-qur'an ( bisa ) sebagai pengganti bagi yang lain, tapi yang lain tidak bisa menggantikan ( kedudukan ) umm al-qur'an.

Ulama bersepakat Jumlah ayat dalam surat ini ada 7, jumlah kalimat ( Indonesia : lafadz ) 25, dan hurufnya 113.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Artinya : dengan menyebut nama allah yang maha pengasih lagi maha penyayang

Disini ada dua pembahasan :

1) apakah bismillahirrahmanirrahim dikhususkan untuk umat nabi muhamad, atau nabi-nabi sebelum nabi muhamad juga membaca bismillahirrahmanirrahim. Imam mahmud al-lusi dalam ruh al-ma'ani berkata :

 وروى السيوطي فيما نقله عنه السرميني والعهدة عليه : بسم الله الرحمن الرحيم فاتحة كل كتاب ، وذهب هذا الراوي إلى أن البسملة من الخصوصيات لما روي أنه صلى الله عليه وسلم كان يكتب باسمك اللهم إلى أن نزل { بِسْمِ الله مَجْرَاهَا } [ هود : 1 4 ] فأمر بكتابة بسم الله حتى نزل : { قُلِ ادعوا الله أَوِ ادعوا الرحمن } [ الإسراء : 0 11 ] فأمر بكتابة بسم الله الرحمن إلى أن نزلت آية النمل فأمر بكتابة بسم الله الرحمن الرحيم

Imam jalal al-din suyuthy meriwayatkan, yang juga dikutip oleh sarminii : Perawi ini berpendapat bahwa bismillah khusus untuk umat muhamad SAW, sebagaimana riwayat yang datang dari nabi : beliau pertama kali menulis bismika allahuma...sampai turun ayat : bismillahi majriha ( hud : 41). kemudian beliau memerintahkan untuk menuliskan bismillah sampai turun ayat : qul ud'ullaha au ud'urrahman ( al-isra' : 110 ), kemudian beliau memerintahkan menulis bismillahirrahman. sampai akhirnya turun surat al-naml : bismillahirrahmanirrahim, hingga beliau memerintahkan menulis bismillahirrahmanirrahim.

2) apakah bismillahirrahmanirrahim yang selain ayat al-naml termasuk ayat dari al-fatihah atau bukan ? imam al-lusi dalam ruh al-ma'ani menyebut 10 pendapat :

الأول : إنها ليست آية من السور أصلاً الثاني : أنها آية من جميعها غير براءة الثالث : أنها آية من الفاتحة دون غيرها الرابع : أنها بعض آية منها فقط الخامس : أنها آية فذة أنزلت لبيان رؤوس السور تيمناً للفصل بينها السادس : أنه يجوز جعلهاآية منها وغير آية لتكرر نزولها بالوصفين . السابع : أنها بعض آية من جميع السور الثامن : أنها آية من الفاتحة وجزء آية من السور التاسع : عكسه العاشر : أنها آيات فذة وإن أنزلت مراراً

Pendapat pertama : bukan termasuk ayat dari fatihah. kedua : bismillah termasuk ayat dari semua surat dalam alqur'an selain surat bara'ah. ketiga : termasuk ayat dari fatihah, dan bukan termasuk ayat dari yang lain. keempat : termasuk sebagian ayat dari fatihah. kelima : termasuk ayat sendiri, yang tidak ada hubungannya dg surat yang lain dg tujuan menerangkan awal mula surat dan sebagai pemisah antara surat satu dg yang lain. keenam : boleh menjadikan bismillah termasuk ayat fatihah, dan boleh juga menjadikannya bukan termasuk ayat dari fatihah, karena turunnya fatihah 2 kali ( sebagian di makkah dan sebagian di madinah ). ketujuh : ayat dari semua surat dalam alqur'an. kedelapan : ayat dari fatihah, dan termasuk juznya ( bagiannya ). kesembilan : bukan termasuk ayat dari fatihah dan bukan bagian darinya. sepuluh : bukan termasuk ayat sendiri ( mustaqill ) walapun turunnya tidak sekali.

Ibnu 'abbas, ibn mubarak, penduduk makkah ( seperti ibn katsir ) dan penduduk kufah ( seperti 'ashim dan kasa'i selain hamzah, dan kebanyakan madzhab syafi'i dan syi'ah imamiah lebih cenderung pendapat kedua (bismillah termasuk ayat dari semua surat dalam alqur'an selain surat bara'ah).

Dan sebagian ulama syafi'i yang lain dan hamzah serta imam ahmad lebih cenderung pendapat yang ketiga ( termasuk ayat dari fatihah, dan bukan termasuk ayat dari yang lain ) .

Adapun penduduk madinah, diantaranya adalah imam malik, dan penduduk syam diantaranya al-auza'i, serta penduduk bashrah diantaranya abu 'amr dan ya'qub lebih cenderung pendapat yang kelima (termasuk ayat sendiri, yang tidak ada hubungannya dg surat yang lain dg tujuan menerangkan awal mula surat dan sebagai pemisah antara surat satu dg yang lain) .

Oleh karena itu, kalau kita menengok fiqh...madzhab syafi'i mewajibkan membaca bismillah dalam shalat sebelum membaca fatihah, karena beliau menganggap bismillah termasuk ayat dari fatihah. begitu juga madzhab hanbali.

Adapun madzhab maliki,tidak mewajibkan membaca bismillah sebelum membaca fatihah dalam shalat, karena tidak menganggap bismillah sebagai ayat dari fatihah.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ  الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

artinya : segala puji bagi allah, tuhan semesta alam. yang maha pengasih lagi maha penyayang.

alhamd : pujian dg perkataan/lisan atas segala seuatu yang baik/ dg tujuan mengagungkan, entah itu karena adanya nikmat ataupun tidak.

Contoh adanya Pujian karena nikmat : Andi diberi uang oleh zaid, kemudian andi mengatakan : zaid adalah orang yang dermawan

Contoh pujian tanpa adanya nikmat :"Saya melihat zaid shalat dg khusyu', kemudian saya mengatakan : zaid adalah orang yang kuat agamanya.

Kedua duanya termasuk al-hamd/pujian.

Adapun syukur adalah pujian karena nikmat. Oleh karena itu zamakhsyari dalam tafsirnya al-kasyaf berkata :

الحمد والمدح أخوان ، وهو الثناء والنداء على الجميل من نعمة وغيرها . تقول : حمدت الرجل على إنعامه ، وحمدته على حسبه وشجاعته . وأمّا الشكر فعلى النعمة خاصة وهو بالقلب واللسان والجوارح

alhamd dan madh ( keduanya bermakna pujian ) adalah saudara ( maksudnya sinonim ). pengertiannya adalah pujian atas keindahan/kebaikan karena nikmat ataupun tidak. sebagaimana perkataan anda : saya memuji laki-laki karena dia telah berjasa padaku ( ini pujian karena nikmat ). dan saya memuji laki-laki karena keberaniannya ( dan yang ini pujian tanpa nikmat ). Adapun syukur, khusus karena adanya nikmat.  entah itu dg hati/lisan/anggota badan. Oleh karena itu, pujian pasti syukur, tapi kalau syukur belum tentu memuji.

rabb al-'alamiin : tuhan semesta alam.

Rabb dalam bahasa arab adalah pendidik. seorang pendidik identik dg keras dan tegas. Oleh karena itu ayat rabb al'alamiin berfaidah mengingatkan bagi pembaca alqur'an, bahwa "disana" mereka punya pendidik yang memantau semua pekerjaan dan tingkah lakunya.

adapun 'alamiin adalah lafadz jama' dari 'alam. sedangkan arti istilahnya, segala sesuatu selain allah.

Oleh karena lafadz rabb 'alamiin memberi bekas dalam hati pembaca bahwa seorang pengajar identik dg keras dan tegas, maka setelah ayat rabb 'alamiin, dibarengi dg alrahmaan al-rahiim ( yang maha pemurah lagi maha penyayang ). sehingga selain dihati pembaca terkesan bahwa allah itu tegas dan keras terhadap hambanya, juga terkesan allah itu kaya akan rahmat dan ampunan yang siap diberikan pada yang Dia kehendaki. inilah salah satu keindahan uslub ( tata bahasa )al-qur'an.

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Artinya : pengatur dihari pembalasan

Imam zamakhsyari dalam tafsirnya al-kassyaf mengatakan :

قرىء : " ملك يوم الدين " ، ومالك وملك بتخفيف اللام . وقرأ أبو حنيفة رضي الله عنه : مَلَكَ يومَ الدين ، بلفظ الفعل ونصب اليوم ، وقرأ أبو هريرة رضي الله عنه : مالكَ بالنصب . وقرأ غيره : مَلَك ، وهو نصب على المدح؛ ومنهم من قرأ : مالكٌ ، بالرفع

lafadz maalik yawmiddin terkadang menggunakan alif, tapi juga terkadang tidak. imam abu hanifah membaca "malaka yawmaddin" dg "kaf" dibaca fathah ( sebagai fi'il ) serta "mim" pada lafadz maliki yang dibaca fathah ( sebagai maf'ul dari fi'il malaka ). dan abu hurairah membaca : maalika ( dg kaf yang dibaca fathah ). dan ulama yang lain membaca : malika ( dg mim yang dibaca pendek serta kaf yang dibaca fathah ). ada juga yang membaca : maalikun ( rafa' ).

Maalik       : penjaga sesuatu, disertai dg kemampuan untuk berbuat sekehndaknya.

Yawmiddin : arti bahasanya adalah segala seuatu yang diambil dari makna terbit sampai terbenamnya matahari. tapi yang dimaksud disini adalah hari kiamat sebagaimana yang disebutkan oleh jumhur mufassirin ( kebanyakan ahli tafsir ). sebagaimana dikatakan ibnu 'abbas dalam tafsir khaziin :
 قال ابن عباس : مالك يوم الدين قاضي يوم الحساب

berkata ibnu 'abas : maalik yawmiddin adalah hakim dihari pembalasan.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Artinya : kepadamu kami menyembah dan kepadamu kami meminta pertolongan

Iyyaka : dhamir munfashil yang disambung dg kaf dhamir khitab.

na'buudu : fi'il mudhari' yang dibarengi dg nun dhamir jama'.

nasta'in : dari ma'uunah. fi'il mudhari yang bermakna thalab ( meminta )

lafadz iyyaka berfaidah hashr ( pembatasan ), hingga artinya : Hanya engkau yang kami sembah, dan hanya kepadamulah kami meminta pertolongan.

Kenapa na'budu dg dhamir nun jama', bukan a'budu ( saya menyembah ) ? imam thantawi berkata dalam tafsir al-washit :

نعبد بنون الجماعة ولم يقل أعبد ليدل علي أن العبادة أحسن ما تكون في جماعة المؤمنين وللأشعار بأن المؤمنين المخلصين يكونون في اتحادهم

lafadz na'budu disebutkan dg nun jama'ah, bukan dg lafadz a'budu ( saya menyembah ) untuk menunjukkan bahwa 'ibadah itu lebih baik jika dilaksanakan bersama ( seperti shalat lebih baik jika dilaksanakan berjama'ah dll ), dan untuk menunjukkan bahwa mu'min yang ikhlas itu selalu bersatu dg mu'min yang lain.

Lafadz na'budu ( kami menyembah ) didahulukan dari lafadz nasta'in ( kami meminta tolong) karena "menyembah" adalah wasilah untuk mendapatkan "pertolongan". tanpa menyembah allah terlebih dahulu, seseorang tidak mungkin mendapatkan pertolongan. Dan mendahulukan wasilah itu lebih baik dari pada mengakhirkan.

 اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Artinya : tunjukanlan kami jalan yang lurus

berkata imam baghawi dalam tafsirnya ma'alim al-tanziil :

{ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ } اهدنا أرشدنا وقال علي وأبي بن كعب: ثبتنا كما يقال للقائم قم حتى أعود إليك أي دم على ما أنت عليه. وهذا الدعاء من المؤمنين مع كونهم على الهداية بمعنى التثبيت وبمعنى طلب مزيد الهداية

"Ihdina al-shirat al-mustaqhim" mempunyai makna tunjukanlah kami ( jalan yang lurus ). berkata 'ali bin abi thalib dan ubai bin ka'ab: tetapkanlah kami ( dalam agamamu ). sebagaimana dikatakan pada orang yang berdiri : tetaplah dg keadaanmu ( yang sedang berdiri ). dan ini adalah doa dari orang mukmin yang meminta hidayah ( tapi orang yang meminta tidak keluar dari hidayah ). sebagaimana orang yang sedang berdiri berkata : tetapkanlah kami dalam keadaan kami ( yang sedang berdiri ). sehingga ayat tadi mempunyai makna menetapkan, juga meminta tambahan hidayah.

Imam baghawi juga menambahkan dalam tafsirnya mengenai makna al-shirat almustaqiim :

والصراط المستقيم قال ابن عباس وجابر رضي الله عنهما: هو الإسلام وهو قول مقاتل. وقال ابن مسعود رضي الله عنه: هو القرآن

al-sirat al-mustaqim, berkata ibnu 'abbas dan jabir : maksudnya adalah islam, pendapat ini juga diusung oleh muqatil. berkata ibnu mas'ud : yang dimaksud adalah qur'an.

hingga maknanya : tunjukanlah kami, pada agama yang telah engkau turunkan pada nabimu....


 صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
 
Artinya : jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat bukan jalan orang yang dimurkai bukan juga orang-orang yang sesat

Dalam menafsiri ayat : shiratalladziina an'amta 'alaihim ( orang-orang yang Engkau beri nikmat ), imam mawardi berkata dalam tafsirnya Al-nukat wa al-'uyun :

وفي قوله تعالى : { الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمُ } خمسة أقاويل : أحدها : أنهم الملائكة .
والثاني : أنهم الأنبياء .
والثالث : أنهم المؤمنون بالكتب السالفة .
والرابع : أنهم المسلمون وهو قول وكيع .
والخامس : هم النبي صلى الله عليه وسلم ، ومَنْ معه مِنْ أصحابه ، وهذا قول عبد الرحمن بن زيد
 

Yang dimaksud dg "orang-orang yang diberi nikmat", ulama ada lima pendapat :

1) malaikat
2) para nabi
3) orang-orang yang beriman dg kitab-kitab terdahulu
4) orang muslim. ini adalah pendapat waqi'
5) nabi muhamad SAW dan orang yang bersamanya. ini adalah pendapat 'abdurrahman bin zaid.


kemudian pada ayat "ghairil maghduubi 'alaihim", imam mawardi mengutip riwayat dari 'adi bin hatim sebagai berikut :

وأما قوله : { غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ } فقد روى عن عديِّ بن حاتم قال : سألتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم ، عن المغضوب عليهم ، فقال : « هُمُ اليَهُود » وعن الضالين فقال : « هُمُ النَّصارى
» . وهو قول جميع المفسرين .


Adapun ayat " ghairil maghduubi 'alaihim wa la l-dhaallin", diriwaytkan dari 'adi bin hatim : saya bertanya pada rasulullah SAW tentang siapa yang dimaksud maghdub ( yang dimurkai ) dan siapa yang dimaksud al-dhaallin ( yang sesat ) : maka berkata rasulullah SAW : yang dimaksud maghduub adalah yahudi, dan yang dimaksud al-dhaallin adalah nasrani. ini adalah pendapat semua mufassir.

terakhir, saya akan kutipkan perkataan sayyid thantawi dalam tafsirnya al-washit, mengungkap tentang taqdim ta'khir kedua ayat diatas :

وقدم المغضوب عليهم على الضالين ، لأن معنى المغضوب عليهم كالضد لمعنى المنعم عليهم ، ولأن المقابلة بينهما أوضح منها بين المنعم عليهم والضالين ، فكان جديرًا بأن يوضع فى مقابلته قبل الضالين



Lafadz al-maghdub ( yang dimurkai ) didahulukan dari lafadz al-dhaallin ( yang sesat ), karena lafadz maghdubi 'alaihim ( yang dimurkai ) merupakan antonim dari ayat sebelumnya, yaitu : an'amta 'alaihim ( yang diberi nikmat ).Hingga untuk muqabalah ( perbandingan ), maka lebih jelas dg mendahulukan lafadz ghairulmaghduubi 'alaihim, dan mengakhirkan lafadz wa la al-dhaallin.

taqdim ta'khir yang lain adalah : ( masih dalam tafsir alwashit )


وقوله - تعالى - { غَيْرِ المغضوب عَلَيْهِم } بدل من { الذين أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ } وأتى فى وصف الإِنعام بالفعل المسند إلى الله - تعالى - فقال : { أنعمت عليهم } فى وصف الغضب باسم المفعول فقال : { غَيْرِ المغضوب عَلَيْهِم } وفى ذلك تعليم لأدب جميل ، وهو أن الإِنسان يجمل به أن يسند أفعال الإِحسان إلى الله ، ويتحامى أن يسند إليه أفعال العقاب والابتلاء ، وإن كان كل من الإِحسان والعقاب صادرًا منه ،

sebelum menerjemahkan tafsir thantawi diatas, agar tidak bingung,  saya akan beri pendahuluan dulu mengenai salah satu uslub bahasa arab.

Dalam bahasa arab ada istilah badal ( pengganti ). lafadz ghairil maghduubi 'alaihim ( yang tidak dimurkai ) adalah badal ( pengganti ) dari ayat sebelumnya, yaitu ayat an'amta 'alaihim ( yang engkau beri nikmat ). sehingga seolah-olah bunyi ayatnya begini : Jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat. siapakah yang diberi nikmat ? jawabannya adalah : ghairilmaghduubi 'alaihim ( yaitu jalan orang-orang yang tidak dimurkai ).

contoh sederhana : saya memukul andi, kepalanya. Kata "kepalanya" adalah badal dari andi. hingga kalau ditanyakan : apakah yang dipukul dari andi ? jawabannya adalah "kepala andi".

Kalau kita perhatikan, lafadz "maghduub" maknanya adalah "yang dimurkai", menggunakan shighat maf'ul ( obyek ).Sedangkan lafadz sebelumnya menggunakan fi'il : an'amta. kenapa tidak mun'am 'alaihim ( yang diberi nikmat ) ? bukankah tidak munasabah ( cocok ) antara lafadz an'amta dan maghdub ? yang pertama menggunakan fi'il, yang kedua menggunakan maf'ul, padahal lafadz yang kedua adalah badal ( pengganti dari lafadz pertama )..

terjemah bebas ( agar mudah dipaham ) tafsir al-washit diatas adalah seperti ini :

Lafadz ghairil maghduubi 'alaihim sebagai badal dari an'amta 'alaihim, tapi kenapa tidak sesuai lafadznya ? yang pertama menggunakan bentuk fi'il (an'amta : yang telah engkau beri nikmat ), sedangkan badalnya menggunakan bentuk maf'ul ( maghduub : yang telah engkau beri nikmat )...jawabannya adalah :

Hikmah dibalik ini allah sedang mengajarkan kita adab yang sangat indah. yaitu menyandarkan perbuatan baik padaNya, dan menyandarkan perbuatan buruk pada hambanya. Oleh karena itu, lafadz maghduub ( yang dimurkai ), tidak menggunakan bentuk fi'il ( ghadabta : yang engkau murkai agar sesuai dg lafadz an'amta : yang engkau beri nikmat). walaupun pada hakikatnya perbuatan baik dan buruk semuanya bersumber dari allah. sebagaimana firman allah : wa in tusibhum hasanatun yaquulu hadzihi min 'indillah, wain tusibhum sayyiatun yaquulu hadzihi min 'indiq ( al-nisa :78 ) ( jika mereka terkena sesuatu yang baik, maka katakanlah ini dari allah, dan jika mereka tertimpa sesuatu yang buruk, maka katanlah ini dari diriku sendiri ).


semoga bermanfaat.

Subhanallahi wa la ilaha illallahuallah akbar. walhamdulillahi rabbil 'alamiin.


afwan,bahasanya bahasa Indonesia.....
Logged
Flounny09
Newbie
*
Posts: 8

283634312 REALNAME REALNAME
View Profile
« Reply #1 on: December 06, 2009, 12:37:16 PM »

PERTAMAXX GAK YAH?
Gan, tafsir mimpi bukannya ada trednya sendiri yah, dibawah ane pasti bisa jawab dengan jelas gan
Logged
Flounny09
Newbie
*
Posts: 8

283634312 REALNAME REALNAME
View Profile
« Reply #2 on: December 09, 2009, 11:22:53 PM »

omg i cant believe this
he is such a good bro to us :

al fatihah untuk beliau.
semoga beliau ditempatkan di kalangan2 org yg beriman.

amin..
Logged
reilext09
Newbie
*
Posts: 8

132358413 martyrotavarm@gmail.com REALNAME REALNAME
View Profile WWW
« Reply #3 on: January 05, 2010, 12:51:00 PM »

Salam Semua..

Macam Tak percaya dgn apa yg terpapar...yang dibaca..
Tetapi..ini semua ketentuan Illahi...
Menggigil yang teramat dgn berita yang amat mengejutkan ini..

Salam Takziah utk keluarga Wan Norman.
Semoga arwah Abang Wan dicucuri rahmat...dan ditempatkan dikalangan orang2 yang beriman.Amin.
                                    ....Al Fatihah...
Logged
Pages: [1]
Print
Jump to:  

© HALUANtarbawi.com, 2006-2007. All rights reserved.