HALUANtarbawi.com

Friday
Sep 10th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Jatidiri Kurma Dan Mukmin

E-mail Print PDF

Perhatikanlah pohon kurma itu, yang merupakan salah satu ayat Allah SWT, Anda pasti akan mendapati ayat dan keajaiban yang menghairankan. Ketika mentakdirkan pohon kurma ada yang betina yang memerlukan pembuahan, Allah SWT menciptakan sang jantan yang membuahi betina tersebut seperti jantan dan betina haiwan.

kurmaOleh kerana itu, ia amat mirip dengan manusia, khususnya orang beriman, jika dibanding pohon-pohon lain seperti diperumpamakan oleh Nabi saw., antara dalam hadith Ibnu Umar bahawa para sahabat sedang berada di majlis Nabi lalu didatangkan kepada beliau "Jummar"( pohon kurma), maka bersabdalah baginda, "Sesungguhnya di antara pohon-pohon ada sebatang pohon, perumpamaannya seperti seorang muslim, dia adalah pohon kurma." Ibnu Umar ingin menyela tetapi saya merasa yang paling muda di antara para sahabat. Kerana itu ia diam, (Muttafaq 'alaihi)

Persamaan itu dapat dilihat dari beberapa hal.

 

Pertama: kekokohan akarnya di tanah. Ia tidak seperti pohon yang tercerabut dengan akar-akarnya dari tanah, tidak dapat tegak sedikit pun.

Kedua: buahnya yang enak, manis, dan banyak manfaatnya. Seperti itulah orang mukmin; perkataannya baik, amalannya baik, dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Ketiga: hiasan dan bajunya terus dipakai tidak gugur baik pada musim panas mahupun dingin. Begitu pula orang mukmin, pakaian takwa tidak pernah lepas darinya sampai bertemu Rabbnya.

Keempat: buahnya mudah dijangkau. Orang tidak perlu memanjat pohon kurma yang pendek. Sedang pohon kurma yang tinggi mudah dipanjat dibanding memanjat pohon-pohon tinggi yang lain. Anda lihat di pohon itu telah tersedia tangga-tangga untuk mendaki ke atas. Mukmin juga seperti itu. Kebaikannya mudah diperolehi oleh orang yang menginginkannya, tidak perlu dirampas dengan tipu muslihat dan cara tidak terpuji.

Kelima: buahnya termasuk buah yang paling bermanfaat di seantero dunia. Yang masih basah dimakan sebagai buah atau manisan. Yang sudah kering menjadi quut (makanan pokok), juga sebagai buah. Juga boleh dibuat menjadi cuka, manisan, campuran ubat, dan minuman. Manfaatnya amat banyak melebihi buah-buah lain.

Orang-orang berbeza pendapat soal mana yang lebih bermanfaat dan lebih utama, apakah kurma atau anggur. Dalam membandingkan keduanya, al-Jahizh menyusun sebuah buku. Di sana ia menjelaskan panjang lebar kelebihan masing-masing. Kesimpulan perselisihan itu sebagai berikut, pohon kurma di daerah tumbuhnya (seperti: Madinah, Hijaz, dan Irak) lebih bermanfaat dan lebih utama bagi penghuni daerah itu daripada anggur. Dan di daerah tumbuhnya, anggur lebih utama dan bermanfaat bagi penduduk daerah itu; seperti Syam, daerah pergunungan dan berhawa dingin yang tidak boleh ditumbuhi pohon kurma.

Pernah aku menghadiri suatu majlis di Mekah yang dihadiri oleh para pemuka daerah situ. Masalah ini diungkapkan. Salah seorang hadirin mulai berbicara panjang lebar tentang faedah dan keutamaan pohon kurma. Katanya, "Untuk menunjukkan keutamaan kurma cukup dengan bukti berikut. Kita dapat membeli anggur dengan biji kurma. Jadi, tidak mungkin buah yang dapat dibeli dengan biji buah lain dilebihkan dari buah tersebut."

Ada yang lain menambah. Katanya, "Nabi telah memutuskan perselisihan dalam masalah ini. Beliau melarang menamai pohon anggur dengan nama 'karam' (mulia). Beliau bersabda, 'Karam adalah hati orang mukmin.' Tidak ada dalil yang lebih jelas dari ini."

Selanjutnya, secara berlebihan mereka menjelaskan erti hadith tersebut.  Aku berkata kepada orang pertama, "Yang kamu sebutkan, iaitu biji kurma seharga dengan anggur, tidak dapat dijadikan dalil, kerana itu ada sebab-sebabnya.

 

Pertama: keperluan kalian kepada biji kurma untuk makanan haiwan. Pemilik anggur mahu menukarnya dengan anggur untuk memberi makanan binatang peliharaannya.

Kedua: biji anggur tidak ada faedahnya, dan tidak dikumpulkan.

Ketiga: anggur di daerah kalian amat sedikit, dan kurma adalah buah yang paling banyak sehingga bijinya juga banyak. Kerananya, dapat digunakan untuk membeli sedikit anggur. Tetapi di negeri-negeri yang banyak anggurnya, biji kurma tidak dapat dipakai untuk membeli apa pun juga. Biji kurma tidak ada nilainya di daerah-daerah tersebut."

Aku kemudian menjelaskan kepada orang kedua yang berdiskusi dengan hadith di atas, "Di antara alasan keutamaan anggur: mereka menamai anggur dengan syajaratul-karam (pohon mulia) sebab banyak manfaat dan gunanya. Ia dapat dimakan ketika segar, sudah kering, manis mahupun masam; dibuat bermacam minuman, manisan, perisa, dan sebagainya. Oleh kerana itu, mereka menamainya karam kerana banyak faedahnya.

Nabi saw. memberitahu mereka bahawa hati orang beriman lebih berhak mendapat penamaan ini daripada pohon anggur sebab banyak sifat mulia yang diletakkan Allah SWT di dalamnya; seperti santun, lembut, adil, ihsan, ikhlas, dan sebagainya. Nabi tidak bermaksud menyangkal adanya manfaat dan faedah pada pohon anggur. Penamaan karam itu bohong belaka. Itu adalah kata yang tidak punya arti di sebaliknya seperti menamai orang bodoh dengan 'alim', orang jahat dengan 'soleh', dan orang kikir dengan 'dermawan'. Beliau tidak menyangkal adanya faedah dalam pohon anggur. Beliau hanya memberitahu bahawa hati orang beriman itu lebih banyak dan berlimpah kebaikan serta manfaatnya daripada pohon anggur."

Omongan seperti ini telah berlangsung di majlis itu. Apabila Anda perhatikan sabda Nabi saw., "Karam adalah hati orang mukmin", Anda mendapatinya sama dengan sabda beliau tentang kurma, "Perumpamaan pohon kurma seperti orang muslim." Dalam hadith Ibnu Umar ini, beliau mengumpamakan pohon kurma dengan muslim. Dalam hadith di atas beliau mengumpamakan muslim dengan pohon anggur, dan melarang mereka menamai pohon anggur dengan nama karam.

Ketujuh: seluruh bahagian pohon kurma punya manfaat, tidak ada bahagian yang tiada faedahnya. Buahnya bermanfaat. Batangnya juga bermanfaat untuk bangunan dan atap, dan sebagainya. Pelepahnya dipakai sebagai atap rumah sebagai ganti dari bambu dan untuk menutup lubang-lubang dan celah-celah. Daunnya dibuat bakul, tikar, dan Iain-lain. Serabutnya juga sudah kita tahu manfaatnya.

Sebahagian orang mencocokkan manfaat-manfaat ini dengan sifat-sifat orang mukmin. Setiap manfaat dari pohon kurma itu dia letakkan padanannya dari sifat orang mukmin. Hingga ketika tiba pada duri kurma, dia menjadikan padanannya dari sifat orang mukmin sifat 'keras terhadap musuh-musuh Allah swt.. Orang mukmin itu keras terhadap mereka seperti duri, dan kepada sesama mukmin dia seperti buah kurma yang manis dan enak.

 

"Keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka." (al-Fath: 29)

Kelapan: makin tambah usianya, makin banyak manfaatnya dan makin baik buahnya. Begitu juga orang mukmin, apabila usianya panjang, kebaikannya bertambah dan amalannya meningkat.

Kesembilan: jantungnya paling baik dan manis. Ini adalah keistimewaan yang khusus dimiliki pohon kurma, tidak ada pada pohon-pohon lain. Dan, hati orang beriman seperti itu, paling baik.

Kesepuluh: manfaatnya tidak pernah berhenti secara total. Kalau salah satu manfaatnya terhalang, masih ada manfaat-manfaatnya yang lain. Apabila buahnya tidak keluar selama satu tahun, manusia masih dapat mengambil manfaat dari daun, pelepah, atau serabutnya.

Begitu pula orang mukmin tidak pernah kosong dari salah satu sifat dan perangai baik. Bila salah satu perbuatan baik tidak dapat dia kerjakan, masih ada kebaikan lain yang boleh diharap darinya. Kebaikannya selalu dapat diharapkan, dan kejahatannya tidak perlu dikhuatirkan. Dalam Sunan Tirmidzi disebutkan hadith yang marfu' dari Nabi saw.,

 

"Orang terbaik di antara kalian adalah orang yang kebaikannya diharap dan kejahatannya tidak dikhuatirkan; dan yang paling jelek adalah yang kebaikannya tidak diharapkan dan kejahatannya dibimbangkan."(HR Tirmidzi)

 

Masalah ini kami bicarakan untuk melengkapi pembicaraan mengenai hikmah pohon kurma.

Sekarang mari kita kembali. Perhatikanlah bentuk batang kurma itu. Anda mendapatinya seperti terpintal dari benang-benang yang memanjang dan yang lain melintang, persis seperti pintalan tangan. Hikmahnya: agar keras dan erat, tidak putus-putus ketika membawa bawaan yang berat dan tahan terhadap tiupan angin kencang, tahan lama di atap, jambatan, perabot, dan sebagainya yang terbuat darinya. Begitu pula kayu-kayu yang lain; jika kamu perhatikan seperti tenunan. la tidak seperti batu cadas yang tidak berlubang. Anda lihat sebahagiannya seakan-akan masuk pada bahagian yang lain, memanjang dan melintang seperti susunan daging. Susunan seperti itu sangat kuat dan cocok dengan kebutuhan manusia terhadapnya. Kerana kalau tidak berlubang seperti batu, tentu tidak mungkin dipakai untuk alat-alat, pintu, perabot, ranjang, keranda mayat, dan sebagainya.

 

Di antara hikmah kayu, ia ditakdirkan terapung di atas air. Ini mengandung hikmah yang luar biasa. Kalau tidak terapung, kapal-kapal itu tidak dapat membawa muatan yang segunung dan tidak dapat bergerak maju dan mundur; juga jalur transportasi yang ada tidak dapat dipergunakan untuk membawa dagangan yang besar dan barang-barang yang banyak, memindahkannya dari satu daerah ke daerah lain. Sebab, jika dipindahkan melalui darat, memakan tenaga dan biaya yang besar, dan mengganggu kepentingan manusia.

Rujukan: Kunci Kebahagiaan, Ibnul Qayyim Al Jauziyah

Last Updated ( Thursday, 27 May 2010 17:35 )  

kunjungi download corner!

kunjungi MEDIAtarbawi!

Banner
Banner

Hebahkan!


Get codes:

 

Bagaimana Rasulullah SAW Mentarbiyah Remaja?

Dari Abu Abbas, Abdullah bin Abbas r.a : Bahawa pada suatu hari saya sedang berada di belakang Rasulullah SAW (di atas binatang tunggangannya) , lalu sabda baginda : ' Wahai anak kecil, sesungguhnya aku telah mengajar kamu beberapa perkataan.

 

Misi Menerobos Tembok Kematian

Sudah sampai saatnya bagi umat Islam untuk menghentikan sekatan jahat dan keji yang dilakukan oleh Yahudi Israel terdapap umat Islam di Palestin. Kita harus berdiri dengan sikap tegas tanpa melupakan matlamat asasi kita dalam memperoleh redha Allah swt.

 

Mujahadah Jalan Membentuk Peribadi Bertaqwa (2)

Di   dalam   hal   bermujahadah  ini   Ustadz   Said   Hawwa menjelaskan, “Kita  mestilah bermula daripada noktah  iman  kepada Allah SWT dan bermula dengan noktah mentauhidkan/mengEsakan Allah SWT ". Mujahadah yang betul itu mestilah bermula  dengan  beriman  kepada  Allah  dan beriman kepada prinsip-prinsip  keimanan  yang lain serta bermula dengan mentauhidkan dan mengEsakan Allah  SWT.

 

Pembinaan Semula Kaabah Dan Permasalahan Al-Tahkim

Dalam usia Baginda tiga puluh lima tahun (35) Quraisy telah bertindak mendirikan semula Kaabah, kerana berlaku keruntuhan pada strukturnya, Kaabah ini sebenarnya satu bangunan tinggi sembilan hasta, sejak zaman Ismail (a.s) tidak berbumbung, pencuri-pencuri telah melarikan harta khazanah di dalamnya.

 

Apa Erti Menjadi Isteri Solehah

Apa erti menjadi isteri solehah. Pelbagai pandangan dan jawapan mampu kita tafsirkan, samada melalui pembacaan, perbincangan dan perkongsian pengalaman. Kita menyingkap kembali sejarah Nabi Ibrahim sewaktu baginda menziarahi menantunya.  Pada  waktu itu, puteranya, Nabi Ismail tiada di rumah sedangkan isterinya belum pernah  bertemu  bapa  mertuanya, Nabi  Ibrahim.

Iklaneka

Banner
Banner
Banner